Menertibkan tidak harus dengan 'senjata' dan 'kekerasan'
Wednesday, 14 July 2010 16:59
Mungkin pemda Jakarta, Bekasi, Tangerang harus belajar dari Kota ini.....!
Sumber : Solo Pos
Satpol PP Solo bakal beli “senjata” By on 11 Juli 2010
Solo (Espos)–Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Solo berencana membeli “senjata” yang mendukung kinerja petugas Satpol PP. Namun tak seperti pemerintah daerah (Pemda) lain, Satpol PP Solo membeli “senjata” berupa peluit.
Biaya pengadaan peluit pun tak bakal memberatkan APBD kota. Untuk membeli satu unit peluit, Satpol PP Solo hanya harus merogoh kocek Rp 50.000/buah, atau Rp 1 juta untuk membeli 20 unit peluit. Seperti diketahui, pengadaan senjata bagi Satpol PP telah mendapat legalitas dari Menteri Dalam Negeri (Mendagri), Gamawan Fauzi. Pemberian izin penggunaan senjata api, disebutkan dalam Peraturan Menteri No 26 Tahun 2010 Tentang Penggunaan Senjata Api bagi Satpol PP.
Read more...
Jadwal Kalender Even Kota Solo Tahun 2010
Wednesday, 14 July 2010 16:39
Sumber : Kota Solo
Walaupun bukan kota yang berstatus Ibu Kota Provinsi, namun geliatnya bukan sekedar kota kelas dua. Setelah kemarin mendapat penghargaan di bidang MICE, tahun 2010 Solo kembali menunjukkan taring dan eksistensinya sebagai Kota MICE dan wisata yang sesungguhnya.
Berikut daftar Calender Events di Kota Solo tahun 2010
Wilujengan Boyong Kedhaton 4 Januari 2010, venue: Keraton Kasunanan Surakarta Grebeg Sudiro 14 Februari 2010, venue: Pasar Gede Solo Solo Karnaval 17 Februari 2010, venue: Jalan Slamet Riyadi Solo Sekaten 21 - 26 Februari 2010, venue: Alun-alun Utara Kraton Kasunanan Surakarta Grebeg Mulud 27 Februari 2010, venue: Masjid Agung Kraton Kasunanan Surakarta Tatacara Adang Tahun Dal 1943 SISKS PB XIII 28 Februari 2010, venue: Gondorasan Kraton Kasunanan Surakarta Mahesa Lawung 14 April 2010, venue: Keraton Kasunanan Surakarta Hutan Kredhawahana
Read more...
|
(Kirab) Karnaval Keren Akankah Kesampaian di Kota Solo ?
Tuesday, 29 June 2010 17:59
Sumber : Notes yang ditulis oleh Pedhet Widjaya (Kasmaji)

Keraton Surakarta Hadiningrat
Persoalan Kirab atau Karnaval dan penonton sepanjang Jln Slamet Riyadi Solo sudah saya sadari sejak saya pulang kampung di kota ini 7(tujuh) taun lalu, tepatnya pertengahan tahun 2003, atau 2(dua) tahun sebelum pak Jokowi memimpin Pemkot Surakarta. Solusinya sudah saya usulkan 2(dua) tahun lalu, yaitu dalam rangkaian event yang dipercayakan kepada saya, International Keroncong Festival 2008, tepatnya Kirab Keroncong Pusaka. Namun karena 'energi warga kota' via APBDnya hanya sekitar 25% dari anggaran yang saya rencanakan untuk merealisasi solusi itu, terpaksalah Kirab Keroncong Pusaka itu saya amputasi dari International Keroncong Festival 2008. Apalagi ada komunitas-keroncong yang justru tidak mendukung Kirab Keroncong Pusaka ini, mereka berpendapat seluruh anggaran itu, yang notabene 'uang rakyat Solo' dan harus kembali ke 'rakyat Solo' plus bonus-2nya kalau bisa, adalah mutlak HAKnya ORANG KERONCONG, ngapain buat Kirab Keroncong Pusaka segala, ngapain buat Penari Keroncong, ngapain buat Seminar Batik Corak Pamor Keris sebagai kostum penari Keroncong,ASTAGA............
Read more...
Profil Alumni : Prof Soetandyo Wignyosoebroto
Saturday, 19 June 2010 01:18
Source : Kasmaji 81
Prof. Soetandyo adalah guru besar emeritus Unair. Beliau Kasmaji 52 (kelahiran 1932) dan tinggal di Surabaya. Bermula dari comment Hendromasto (Kasmaji 97), saya mengontak Prof. Soetandyo di halaman facebook beliau. Maka, saya membuat “Profil Alumni” (kutip sumber dari sana-sini) sebagai kategori baru di blog kita, dengan harapan bisa memberikan tambahan wawasan untuk para alumni maupun netter yang sempat mampir ke blog ini.
Dari Redaksi Kompas:
Menyambut Ulang Tahun ke-43 Harian Kompas, harian ini memberikan penghargaan kepada lima cendekiawan berdedikasi. Kelima cendekiawan itu adalah Guru Besar Emeritus Universitas Airlangga Soetandyo Wignyosoebroto, Guru Besar Emeritus Sosiologi Hukum Fakultas Hukum Universitas Diponegoro Satjipto Rahardjo, Guru Besar Institut Pertanian Bogor Sayogyo, Anggota Majelis Guru Besar Institut Teknologi Bandung MT Zen, dan Staf Ahli Pusat Penelitian Ekonomi LIPI Thee Kian Wie. Kompas menulis pandangan kelima cendekiawan itu mengenai persoalan bangsa. Karena keterbatasan ruang di Harian Kompas cetak, kami sajikan wawancara lengkap kelima pakar itu di Kompas.com.
Read more...
|