Kasmaji - Alumni SMA Negeri 1 Solo

Home
Catatan Setelah 21 Tahun
Saturday, 19 June 2010 00:41

Source : Note Tulus Wijanarko di FB

*Naskah ini ditulis setelah acara Reuni SMA 1 Solo Angkatan 85, di Solo, 2006. Dirilis lagi untuk menyambut Reuni Perak 2010*

Setelah 21 tahun, catatan ini sungguh pantas dibuat. Ternyata dibutuhkan waktu begitu lama untuk kian menyadari: betapa berharganya sebuah pertemanan—tanpa pretensi pamrih apa pun dibaliknya. Dan, itulah setidaknya yang kurasakan ketika menghadiri Temu Kangen Kasmaji 85 di SMA 1 Solo, 28 Oktober 2006 lalu.

Merekalah teman yang membuatmu terkesima, ketika ia tersenyum lebar seraya menyapa, "Wah, iki lak Tulus, to...", lalu ia mengembangkan kedua tangannya untuk merangkulmu. Lalu kalian akan bertukar kabar –juga pace-pacenan lagi— seolah ingin menebus putusnya kontak selama 21 tahun terakhir.

Dan, itu tak hanya terjadi pada antar satu dua orang teman lama yang akrab karena pernah satu kelas. Tetapi dengan kawan-kawan lain yang pada masa itu –mungkin— hanya kenal nama dan wajah, kehangatan serupa tercipta. "Sampean dulu kelas B4 kan? Hehehe… piye-piye saiki kabare? Wah tambah ngganteng lho saiki..." Lalu salaman, lalu ngecuprusngobrol, seperti ingin menutup lubang yang tercipta karena dulu tak sempat berakrab-akrab.

Aku mengalami dan menyaksikan banyak adegan semacam itu bahkan sebelum masuk aula tempat acara berlangsung. Ada Heru, Heny, Evi, Aris, Indria, Erni, Ari Joko, Arif, Ismanto, Nisa, Rony, Atik, Teti Tejowati, Fathoni, Bambang Morpin, Artaty, Ahmad Pasha, Didik, Jarwo, Saritomo, Lusi, Munif, Ceng Ho, Handy, Heru, dan lain-lain.

Maka aula sekolah tercinta kita itu seperti menjadi saksi sebuah ritual penebusan waktu-waktu yang terlewat antar para sahabat lama. Ya, di aula tempat kita dulu dikumpulkan di hari-hari pertama saat menjejak di SMA tercinta ini. Di sinilah, ketika masih culun-culun di kelas 1, saat pertama kali bersekolah mengenakan celana panjang (hm, ini guyonan alm Pak Habib, yang tak lepas dari ingatan), kita berhimpun tanpa ada sekat apa pun.

Dan, hari itu, setelah 21 tahun, (sebagian besar) dari kita kembali berhimpun--juga tanpa sekat apa pun. Panitia sungguh memiliki ide cerdas untuk menyimbolkan hal itu dengan membagikan kaos cantik untuk dikenakan semua yang hadir. Sebuah kaos warna putih, dengan aksen hijau di kerah, lengan, dan bagian bawah. Di dada kiri tertulis "Kasmaji 85" plus logo SMA 1 Solo yang legendaris itu (dan dari logo itulah warna hijau yang khas itu diambil).

Sebuah Dunia Tanpa Sekat-pun tercipta. Hari itu: tak ada bos, tak ada pegawai kebanyakan, tak ada eselon puncak BUMN atau instansi pemerintah, tak ada petinggi militer atau birokrasi, tak ada wartawan, tak ada pengajar, tak ada orang rumahan, tak ada juragan mebel, tak ada "aku ming ngene-ngene wae", etc, de-el-el, de-es-be. Pendeknya tak ada status yang unjuk gigi, ketika pertemanan dan silaturahmi mesti (dan seharusnya) bertaut sejujurnya.

Maka ketika Ki Adi (B4), dalam sambutan selaku Ketua Panitia, mengatakan hari ini semua sama, apa pun latar belakang profesinya, keplok panjang membahana. Aku berpikir dan berharap, semoga ini keluar dari lubuk hati kita yang paling dalam. Aku merasa, deretan foto mantan Kepala Sekolah yang dipajang di dinding aula menjadi saksi tekad itu. Betapa gelo-nya para leluhur itu jika kelak ketulusan itu hanya kemasan saja. Naudzubillah mindzalik.

Mungkin juga para pembimbing kita yang pagi itu hadir, bakal ikut gawal. Aku melihat Pak Harsono, Bu Sofi, Pak Slamet, Pak Semeru, Pak Jarwo, Bu Niken, Pak Jon, Bu Jamilah, Bu Sum, dan alhamdulillah, belakangan Pak Sarwono, Kepala Sekolah kita era itu (dan akan selalu demikian di hati kita) juga berkenan hadir, semua menitipkan harapan lewat pandangan mata ketika satu per satu kami bersalaman. Harapan agar silaturahmi ini tak putus ditelan jaman (dan kesibukan masing-masing) . "Sukses kabeh yo," ujar Pak Sarwono terbata. "Inggih pak, nyuwun pangestunipun. "

Semula, ini semua berlangsung atas nama kenangan. Seperti kata Ki Rahmat (B2) yang memberikan sambutan selaku eks petinggi OSIS. "Karena kita dulu pernah tumbuh dan menempa diri bersama." Dan, untuk menumbuhkan kenangan itu pula panitia menyajikan hidangan yang benar-bener leker: sate kere, tengkleng, sego pecel beras merah, lotisan, sosis, kacang rebus, lan lain-lainnya.

Atas nama kenangan pula, temu kangen itu dirintis sejak setahun silam, ketika beberapa teman ketemu di sebuah kafe di Solo, juga di hari-hari lebaran. Lalu ide itu bergulir dari satu pertemuan ke pertemuan, di Jakarta, Bandung, dan Solo. Dari satu rumah makan, ke warung angkringan. Dari sms hingga email.

Sejenak aku memisahkan diri seraya nyantlap beberapa potong sate kere. "Apakah setelah ini semua?," pikirku meski aku tak ingin merepotkan diri mencari jawabannya. "Tetapi kenangan akan segera masuk museum, satu hari atau sepekan setelah reuni ini," pikiran sialan itu mengganguku lagi. Setusuk sate kere sempat susah masuk kerongkongan.

Aku mencoba berdamai dengan kenyataan. Kawan-kawanku ini semua orang sibuk. Mereka kebanyakan juga sudah bernak pinak dan memiliki keluarga yang mesti diurus. Itu, toh, juga sebuah ibadah. Kuteguk segelas air putih untuk mendorong sepotong daging di mulut—juga karena sedikit kepedesen. "Setidaknya kami bisa menyambung tali silaturahmi, karena hidup bukan untuk diri sendiri," akhirnya aku sedikit lega dengan kesimpulan ini.

Waktu terasa berlari lekas. Matahari telah sedikit menjorok ke Barat. Setelah nderek-e Bu Jamilah kondur ke Karanganyar, dan kembali lokasi acara, aku kaget ternyata acara telah kelar begitu aku sampai lagi ke aula. Rasanya tadi masih ada acara "puncak" yang disiapkan kawan-kawan panitia: yakni mengenal lebih dekat seorang kawan yang namanya tertera dalam amplop yang kita terima. Aku tak tahu apa yang terjadi, dan berusaha menutupi kekecewaanku dengan bercengkerama bersama konco-konco sing masih ngurus memberesi segala ubo rampe acara. Keinginan bersalaman dengan beberapa teman yang tadi belum sempat kulakukan, kusimpan dalam-dalam. Mungkin Tuhan akan mempertemukan kami di lain kesempatan.

Betapa pun, kedua ujung tali silaturahmi yang telah lama putus, hari ini kembali bertaut. Dan selaksa terima kasih patut disampaikan kepada teman-teman yang memungkinkan hal itu terlaksana. Matur suwun saking sajroning manah kawulo.

Dan, itulah sebabnya, setalah 21 tahun, catatan ini pantas dibuat. Sekurangnya, inilah apresiasi saya terhadap teman-teman panitia, terhadap semua yang hadir saat itu, terhadap para sahabat yang tidak bisa hadir karena ada halangan, dan terhadap seluruh kerabat Keluarga Alumni SMA Siji (Kasmaji) Solo Angkatan 85 pada umumnya.

Salam Kasmaji 85.


Powered by jWarlock jwFacebook Comments
 

Bursa Alumni

  • 0
  • 1
  • 2
prev
next

Bursa Bisnis

Kedai 3 Nyonya @ downtown Jungleland

News image

  Teman-teman yth,Silahkan mencoba restaurant yang baru kami buka : Kedai 3 Nyonya @ downtown Jungleland, kawasan Sentul Nirwana, Sentul City (exit tol Jagorawi : Sentul Selatan)- Seat capacity 100 seats (maximum 170 seats)- Smoking / non smoking floor- Discount 10% sd December 2013 PS :Kami juga sedang mengusahakan fasilitas khusus free parking , VIP parking, dan harga khusus masuk ke Jungleland theme park (www.jungleland.co.id) pada saat weekdays, bagi para pengunjung Kedai 3 ...

Read more
  • POLO KASMAJI 2013

         Klik! Untuk Memperbesar Gambar   POLO KASMAJI UNTUK SELURUH KASMAJI Keuntungan Penjualan untuk Donasi

  • Pre-Order Poloshirt KASMAJI

    silahkan click untuk memperbesar Pre-Order Poloshirt KASMAJI-Sebagian dari keuntungan penjualan akan didonasik

  • Anak kelas 1 SMP dari Indonesia membuat situs jejaring sosia

    Rekan-rekan sekalian, Dengan maraknya penggunaan Facebook, Tweeter dll pada saat ini di kalangan anak-anak dan remaja, ternyata telah ada

  • Gaya Anak

    Hananto, Kasmajii 90, bersama istrinya Sari Kurniati, memiliki usaha yang menawarkan berbagai perlengkapan anak khususnya tas anak, baik imp

  • kao[S]olo

    Mas Sandy Solo, alumni 90, punya produk kaos, merk kao[S]olo dengan desain khas solo (solominded). Gerai kao[S]olo mulai dibuka secara resmi

  • Kanrtin Soto Solo

    Yen kanca-kanca pas beredar nang daerah Cimahi, Bandung, aja lali kunjungi warunge Heru 'Arab' Nugroho (alumni1984) di Jll. Cihanjuang, saji

Alumni Card Info

Alumni Card

News image

Apakah kartu alumni : Kartu alumni adalah kartu yang diterbitkan oleh Ikatan Alumni SMA Negeri 1 Solo, untuk para alumni-nya. Siapakah yang dimaksud para alumni itu : Alumni adalah siapapun yang pernah bersekolah di SMA Negeri 1 Solo, baik sampai lulus maupun tidak. Apa Syaratnya : 1. Pemegang kartu adalah alumni SMA Negeri 1 Solo 2. Pemegang kartu Sudah mengisi database alumni dan memiliki registrasi nomer induk. Karena itu mohon bantuannya untuk mengisi database seleng...

Read more
  • Leaflet Kartu Alumni

    Berikut ini adalah leaflet tentang Kartu Alumni. Leaflet ini akan diserahkan bersamaan dengan pengiriman Kartu Alumni.  Untuk men download

  • MOU Signing dan Pre Soft Launching

    Rekan-rekan alumni,Penandantanganan MOU merchant pertama dengan Ikatan Alumni SMA 1 Solo, yang dilakukan antara Ferry Febrianto dan Kristant

  • Daftar Merchant

    List ini baru sementara dan akan terus berkembang....INVESTASI1. Panin Sekuritas ASURANSI1. Sequis Life2. AIA Insurance HOTEL1. Vi

  • Database dan Milis SMA Negeri 1 Solo

    Rekan2 alumni,Program Kartu Alumni SMA Negeri 1 Solo yang berfungsi juga sebagai discount card pada beberapa merchant (hotel, toko, cafe, dl

Buku Alumni

Buku tentang GCG “AKHIRNYA TERBIT JUGA

News image

Ini adalah buku yang disusun oleh Muhammad Arief  Effendi - Pak Lurah (Alumni 1984), yang sudah memasuki edisi cetakan ke 2, dan segera akan terbit dalam edisi Bahasa Inggris, hard cover version. Mohon doanya semoga semoga segera terbit dengan lancar. Kalau ingin tahu berita selengkapnya mengenai buku tersebut silahkan klik gambar cover buku-nya berikut ini : 1. Buku tentang GCG “AKHIRNYA TERBIT JUGA”.   Buku “The Power of Good Corporate Governance ...

Read more
  • Buku karangan Rika Marlem

    Ada 2 buku karengan Rika Marlem (alumni 1997) yang telah dipublikasikan bersama temannya :Tahun 2006 : Buku Menu Ibu Hamil Tahun 2007 : B

  • Buku-buku karangan : Josaphat Tetuko Sri Sumantyo

    Berikut ini adalah buku-buku yang dikarang oleh Tetuko (alumni 1989), yang saat ini bermukim di Jepang. Keterangan selengkapnya bisa dibaca

  • TASIKA Titian Menuju Muara Hati

    Kisah gadis desa penuh dendam kepada “sang waktu” dianggap tidak adil. Pergolakan bathin terjadi, hingga akhirnya ia menemukan titian untuk

  • Buku Eko Indriawan

    Dibagian halaman ini anda akan diberikan informasi mengenai judul – judul buku yang sudah ditulis oleh Eko Indriyawan (Alumni 2002). Semua

  • Hasil Karya Alumni

    Rekan-rekan alumni, Ternyata cukup banyak hasil karya para alumni SMA Negeri 1 Solo dalam bentuk buku yang sudah diterbitkan. Di bawah ini