Alumni 1984 SMA Negeri 1 Solo

  • Increase font size
  • Default font size
  • Decrease font size
Home

Kangen-kangenan Sambil Naik Kereta Wisata

E-mail Print PDF

Mudah-mudahan saat acara reuni 24 September nanti, Kereta Wisata yang akan melintasi jalan Slamet Riyadi ini sudah bisa digunakan sehingga naik kereta bareng-bareng bisa menjadi alternatif acara tambahan yang menarik. Menurut berita terakhir Kereta Wisata ini akan siap beroperasi bulan Juli tahun ini. Berikut informasi yang lebih lengkap.

Solo Kembangkan Wisata Kereta Keliling Kota

Suara Karya Online, Jumat, 3 April 2009

Ingin berwisata dengan kereta api uap kuno? Tidak lama lagi, wisata itu akan bisa dinikmati di Kota Solo. Berbeda dengan wisata kereta api uap di Ambarawa yang membawa wisatawan menyusuri daerah perdesaan, di Kota Solo wisatawan akan diajak berkeliling kota. Dengan begitu, wisatawan tidak saja bisa menikmati perjalanan dengan kereta wisata yang ditarik lok uap kuno, tetapi juga menikmati sebuah paket city tour.
Jalur kereta api yang membelah Kota Solo mulai dari Stasiun Purwosari hingga Stasiun Kota atau yang saat ini sering dikenal sebagai Stasiun Sangkrah memungkinkan wisatawan untuk berhenti di 8 selter yang disiapkan di kawasan Kota Solo. Delapan titik selter itu yakni Diamond-Solo Grand Mall-Loji Gandrung-Danar Hadi atau Luwes-Ngarsopuro-Gladag atau BCA-Galabo/PGS.
Di sepanjang perjalanan kurang lebih delapan kilometer itu, para pengunjung juga bisa leluasa menyaksikan objek-objek wisata menarik, seperti Museum Radya Pustaka, Museum Batik Danarhadi, Pura Mangkunegaran, Ngarsopuro, Kampoeng Batik Kauman, Pasar Klewer, Gladag Langen Bogan, serta Keraton Kasunanan.
Demikianlah gambaran dari rencana yang dibangun Pemerintah Kota (Pemkot) Solo bekerja sama dengan PT KAI untuk mengoptimalkan jalur rel kereta api yang ada di tengah Kota Solo. Rencana itu tidak hanya menjadi wacana semata karena saat ini PT KAI telah menyiapkan lokomotif dan gerbong yang akan digunakan. "Selama ini lok uap kuno itu tersimpan di museum dan kenapa tidak diberdayakan? Bukankah lok kuno itu menarik, unik, dan bahkan bisa mendatangkan penghasilan bagi daerah?" ujar Wali Kota Solo, Joko Widodo, pekan lalu.
Saat ini Kota Solo memang tengah giat-giatnya membangun sarana wisata kota seperti city walk di sepanjang Jalan Slamet Riyadi yang nantinya akan dilalui kereta wisata serta pusat jajanan malam Gladag Langen Bogan di sepanjang jalur kereta wisata itu.
Dua lokomotif uap kuno akan didatangkan dari Ambarawa yakni lokomotif B 2502 buatan Esslingen Emil Kessler, Jerman, tahun 1902 dan lokomotif C 1218 buatan Saechs Maschinen, Jerman, tahun 1891. Gerbong yang akan digunakan juga gerbong kuno yang interiornya sudah dimodifikasi agar tampil lebih menarik.
Untuk mengoperasikan kereta wisata tersebut, Kepala PT Kereta Api Daerah Operasi VI, Yayat Rustandi, menuturkan paling tidak dibutuhkan anggaran Rp 1,6 miliar. Anggaran itu antara lain untuk menghidupkan dua lokomotif uap Rp 889,9 juta, biaya transportasi dua lokomotif uap ke Solo Rp 70 juta, biaya rehabilitasi kereta kayu kuno Rp 657 juta, dan biaya transportasi dua kereta kayu kuno ke Solo Rp 70 juta. Selain itu biaya operasional per bulan dan juga pengamanan operasional kereta.
Kereta wisata itu direncanakan beroperasi tahun ini, sehingga masyarakat Solo nantinya bisa berwisata keliling kota dengan kereta api uap. Ini satu-satunya di Indonesia. Tut tut tut! (Endang Kusumastuti)

Powered by jWarlock jwFacebook Comments
Last Updated on Wednesday, 22 April 2009 15:55