Alumni 1984 SMA Negeri 1 Solo

  • Increase font size
  • Default font size
  • Decrease font size
Home Home FAQ Lelucon Kehidupan

Lelucon Kehidupan

E-mail Print PDF

Kawan, sudah lama kita tidak berjumpa, tetapi tehnologi menolong kita sehingga kita bisa jumpa di artikel blog ini.

Sejak kita lulus, akhirnya saya terdampar kuliah di Jakarta, padahal waktu ngisi formulir Sipenmaru ngawur-ngawuran, eh ternyata masuknya disitu.

Rupanya Jakarta, tidak favorit bagi anak SMAN 1 Solo, sebegitu banyak mahasiswa kok dari Solo cuma 2 orang, angkatan kita ke atas hanya 1 orang yang dari SMAN 1 Solo, tapi ya hidup harus dijalani sekalipun gak suka asap metromini dan gak ada lesehan wedangan, terpaksa diselesaikan juga kuliahnya.

Denyut metropolitan yang kompetitif dan materialistis yang sangat berbeda dengan "nglaras dari Solo" menjadi hal-hal yang tiap hari saya saksikan sejak kuliah. Kemudian saya coba memahami "nglaras gaya metropolitan", saya mencoba berperan sebagai fotografer lifestyle.

Pengalaman pertama interview tokoh lifestye, wah seru juga, si tokoh saya foto bagaikan celebrities dari berbagai sisi, tanya ini dan itu, bak wartawan profesional, besoknya saya ditelpon oleh temanku sekelas di kampus. "Kris kemarin istri gw diinterview wartawan mukanye mirip banget ama elu ...."


Pengalaman yang lain adalah meliput Ernst & Young Enterpreneur Award, bergaya lengkap dengan jeans, t shirt dan jacket, lalu menenteng kamera satu set, pokoknya wartawan banget deh. Salah satu tamu undangan mencolek saya, "mas wartawan ... kok mirip sekali dengan temen saya ya"  

He he he lelucon kehidupan.

Ini salah satu liputan saya : Fashion World 2008

 

Last Updated on Wednesday, 08 April 2009 13:07