Para kanca sadaya, berikut ini laporan singkat kegiatan di Tawangmangu.
Saya 'mendarat' di Solo Sabtu sekitar jam 6 pagi, langsung menuju Pasar Gedhe blusukan cari makanan sing rada aneh-aneh : cabuk rambak, brambang asem, tumpang, cenil dan teman-temannya. Jam 8 pagi ketika siap-siap 'nyruput' Timlo Sastro, telpon Om Blonthang masuk siap menjemput dan meminjamkan motor supaya hasratku muter-muter Solo bisa terlaksana.
Puter-puter kota Solo saya akhiri dengan kunjungan ke Mbok Galak Sumber, tombo kangen pesen sate kambing daging polos satu porsi tak lupa tanduk sate buntel sak ler... Guyuran es beras kencur dan es teh manis cukup bisa mendinginkan cuaca Solo yang panas siang itu. Mas Bambang Suwandono sempat wanti-wanti saya via FB : Yen mengko bengi dadi galak tenan musuhe sopo mas ? Iku tanggung jawab tuan rumah sing mrayogakake, wangsulanku.
Sebelum bergabung dengan temen-temen di rumah Jeng Tutik untuk berangkat bareng-bareng ke Tawangmangu, saya sengaja mampir ke Rockets, The Live Coffee untuk membuktikan keampuhan kartu Alumni SMA 1 yang baru saja dibagikan saat reuni perak 24 September yang lalu. Hasilnya ? kartu itu belum sakti blas... Secangkir Espresso harus saya tebus dengan harga penuh tanpa diskon, seperti yang diinfokan pada saat publikasi kartu itu. Petugas Rocket mengaku belum dapet petunjuk dari atasan, bagaimana memperlakukan kartu jenis itu...
Sementara itu Blonthang masih sibuk dengan urusan pesanan konsumsi : thengkleng, Bakso, dan jagung manis.
Dari Rocketz bablas menuju rumah jeng Tutik dan ternyata sudah banyak yang kumpul : Dewi, Priyanti, Agus Irwan, Mitro, Koji, Ferry. Tak lama Gumpang dateng dengan menjinjing dua tas kresek besar yang isinya Bebek goreng pak Slamet...!! Nenny dan Si Mbun juga muncul. Setelah Usrok dateng, pasukan berangkat menuju Tawangmangu jam Lima seprapat.

Sekitar jam 7 malem, rombongan berdatangan di Vilanya Mas Bambang Suwandono. Di situ sudah beredar Agung HP and the gang, Blonthang and the gang, Fauzan, dan tentu saja Mas Bambang dan Junior. Karom dan beberapa rekan IPS (lali jenenge) juga bermunculan. Menjelang malam Bowo juga beredar.
Malam itu sengaja tidak ditampilkan acara formal. Blonthang sebagai ketua panitia pembubaran panitia reuni perak langsung mempersilahkan rekan-rekan untuk menikmati sajian snack yang melimpah ruah sambil melihat-lihat album resmi reuni perak dan nonton video resmi reuni perak.
Selanjutnya diteruskan dengan acara nithili bebek goreng pak Slamet, mbrakoti thengkleng maknyus dan nyruputi bihun bakso yang seger.